RSS

Naik Kereta Api menggunakan RFID

26 Mar

RFID

Pada era globalisasi keamanan informasi merupakan hal yang sangat penting. Sebuah sistem keamanan informasi harus memperhatikan tiga hal yaitu keamanan, autentifikasi, dan integritas. Untuk mencapai tiga hal tersebut maka dibutuhkan sebuah sistem yang dapat melakukan identifikasi terhadap pengguna yang akan mengakses suatu informasi.

Dalam beberapa tahun terakhir ini teknologi identifikasi berbasis frekuensi radio (Radio Frequency Identification) berkembang dengan pesat. Hal ini diakibatkan oleh beberapa hal, salah satu di antaranya kebutuhan yang besar dari aplikasi untuk konsumen dengan menggunakan teknologi ini.

Yang paling mutakhir adalah pengembangan tiket kereta api yang diciptakan Prancis. Bayangkan, karcis KA diganti dengan koneksi USB flash drive! Cara kerjanya adalah melalui data pada alat penyimpan tersebut. Data-data itu meliputi identitas nama pemilik kartu dan informasi-informasi personal. Misal, si pemilik kartu seorang pelajar atau penduduk biasa.

RFID adalah proses identifikasi seseorang atau objek dengan menggunakan frekuensi transmisi radio. RFID menggunakan frekuensi radio untuk membaca informasi dari sebuah devais kecil yang disebut tag atau transponder (Transmitter + Responder). Tag RFID akan mengenali diri sendiri ketika mendeteksi sinyal dari devais yang kompatibel,yaitu pembaca RFID (RFID Reader).

RFID adalah teknologi identifikasi yang fleksibel, mudah digunakan, dan sangat cocok untuk operasi otomatis. RFID mengkombinasikan keunggulan yang tidak tersedia pada teknologi identifikasi yang lain. RFID dapat disediakan dalam devais yang hanya dapat dibaca saja (Read Only) atau dapat dibaca dan ditulis (Read/Write), tidak memerlukan kontak langsung maupun jalur cahaya untuk dapat beroperasi, dapat berfungsi pada berbagai variasi kondisi lingkungan, dan menyediakan tingkat integritas data yang tinggi. Sebagai tambahan, karena teknologi ini sulit untuk dipalsukan, maka RFID dapat menyediakan tingkat keamanan yang tinggi.

Pada sistem RFID umumnya, tag atau transponder ditempelkan pada suatu objek. Setiap tag membawa dapat membawa informasi yang unik, di antaranya: serial number, model, warna, tempat perakitan, dan data lain dari objek tersebut. Ketika tag ini melalui medan yang dihasilkan oleh pembaca RFID yang kompatibel, tag akan mentransmisikan informasi yang ada pada tag kepada pembaca RFID, sehingga proses identifikasi objek dapat dilakukan.

Sistem RFID terdiri dari empat komponen, di antaranya seperti dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

  • Tag: Ini adalah devais yang menyimpan informasi untuk identifikasiobjek. Tag RFID sering juga disebut sebagai transponder.
  • Antena: untuk mentransmisikan sinyal frekuensi radio antara pembacaRFID dengan tag RFID.
  • Pembaca RFID: adalah devais yang kompatibel dengan tag RFID yangakan berkomunikasi secara wireless dengan tag.
  • Software Aplikasi: adalah aplikasi pada sebuah workstation atau PC yang dapat membaca data dari tag melalui pembaca RFID. Baik tag dan pembaca RFID diperlengkapi dengan antena sehingga dapat menerima dan memancarkan gelombang elektromagnetik.

sistem RFID

Jenis-Jenis RFID

RFID awalnya terdiri dari dua jenis yaitu yang menggunakan baterai (aktif) dan tidak menggunakan baterai (pasif), yang tidak menggunakan baterai hanya dapat dibaca , sedangkan yang tidak menggunakan baterai dapat dibaca dan dituli. kedua jenis ini dinamakan Induktive Coupled RFID Tags. Setiap bagian Tag terdiri dari.

a) Silicon Microprocessor

Ini adalah sebuah chip yang terletak dalam sebuah tag yang berfungsi sebagai penyimpan data.

b) Metal Coil

Sebuah komponen yang terbuat dari kawat alumunium yang berfungsi sebagai antena yang dapat beroprasi pada frekuensi 13,56 MHz. Jika sebuah tag masuk ke dalam jangkauan

reader maka antena ini akan mengirimkan data yang ada pada tag kepada reader terdekat.

c) Encapsulating Material

Encapsulating Matrial adalah bahan yang membungkus tag yang terbuat dari bahan kaca.

Penggunaan RFID pada tiket kereta api

Di beberapa daerah, perusahaan kereta api nasional Prancis (SNCF) sedang menguji coba tiket RFID (Radio Frequency Identification) dengan konektor USB. Pengguna nanti diharapkan bisa menambah nominal account dengan mudah lewat PC. Tiket menggunakan USB flash drive itu memiliki memori internal 4GB dan tebal 8 mm. Karena menggunakan USB, Neo Wave – perusahaan di balik gagasan unik tersebut mampu membangun fitur sekuriti tingkat tinggi agar tiket tersebut tidak diutak-atik orang. Sistem yang disebut Weneo ID Smart itu saat ini diujicobakan pada 1.000 orang.

Kereta api merupakan kendaraan untuk menempuh jarak jauh dan dekat ini, telah menjadi angkutan umum paling favorit. Dalam perkembangannya, teknologi perkeretaapian sudah melesat jauh. Kemajuan pesat itu kini didukung dengan sistem ticketing juga. Kereta api diminati berbagai lapisan masyarakat karena alasan kenyamanan. Kendaraan tersebut juga antimacet.

Tidak hanya itu, waktu tempuh kereta api lebih cepat dibandingkan bus meski masih kalah cepat dari pesawat. Harga tiketnya pun tak semahal tiket pesawat. Sejak kali pertama kereta api untuk penumpang digunakan pada 1960-an, sistem ticketing kereta api menggunakan voucher biasa. Kita harus datang ke railway station, kemudian melihat jadwal keberangkatan dan membeli tiket sesuai keinginan.

Jika habis, kita harus menunggu jadwal keberangkatan setelahnya. Sistem ticketing berkembang lagi. Kita lalu mengenal sistem online. Calon penumpang tidak harus dating lebih awal untuk membeli tiket kereta.

Cukup klik dari rumah, bayar dengan sistem online, kita sudah bisa berangkat ke tempat tujuan dengan waktu yang sudah terjadwal. Misal, sistem e-tickets yang dikembangkan Cross Country, Inggris, pada pertengahan 2008. Mereka membiarkan para penumpang memesan dan mencetak tiket sendiri dari PC atau laptop miliknya.

Dengan begitu, penumpang tidak perlu repot-repot datang ke stasiun untuk membeli tiket. Begitu mudah dan cepat. Yang namanya manusia selalu tidak pernah merasa puas. Pesan tiket melalui laptop dirasa terlalu ribet. Tidak capable dan kurang praktis. Tidak mudah dibawa ke mana-mana. Kemudian, dikembangkan lagi sistem pembelian tiket dengan menggunakan ponsel.

Di USB tersebut juga ada data tentang teknis pembayaran. Apakah sudah dibayar di muka atau dibayar pada saat transit nanti. Karcis KA berkoneksi USB tersebut bisa ditemukan di beberapa wilayah Prancis.

Seperti yang dikembangkan Rail Settlement Plan (RSP), London. Bekerja sama dengan provider ponsel, mereka mengembangkan sistem pembelian tiket online via ponsel. Bahkan, calon penumpang tak harus login sebelum membeli tiket.

Sistem itu bahkan telah merambah Asia. India sebagai negara maju di kawasan Asia telah menganut sistem pembelian tiket seperti ini. Meski, baru bisa digunakan di Mumbai. Yang paling mutakhir adalah pengembangan tiket kereta api yang diciptakan Prancis.

Bayangkan, karcis KA diganti dengan koneksi USB flash drive. Cara kerjanya adalah melalui data pada alat penyimpan tersebut. Data-data itu meliputi identitas nama pemilik kartu dan informasi-informasi personal. Misal, si pemilik kartu seorang pelajar atau penduduk biasa. Di USB tersebut juga ada data tentang teknis pembayaran. Apakah sudah dibayar di muka atau dibayar pada saat transit nanti. Karcis KA berkoneksi USB tersebut bisa ditemukan di beberapa wilayah Prancis. Di beberapa daerah, perusahaan kereta api nasional Prancis (SNCF) sedang menguji coba tiket RFID (Radio Frequency Identification) dengan konektor USB.

Pengguna nanti diharapkan bisa menambah nominal account dengan mudah lewat PC. Tiket menggunakan USB flash drive itu memiliki memori internal 4GB dan tebal 8 mm. Karena menggunakan USB, Neo Wave – perusahaan di balik gagasan unik tersebut mampu membangun fitur sekuriti tingkat tinggi agar tiket tersebut tidak diutak-atik orang. Sistem yang disebut Weneo ID Smart itu saat ini diujicobakan pada 1.000 orang.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 26, 2010 in Tulisan Bahasa Indonesia 2

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: